Katarak Penyebab Tingginya Kebutaan

22 November 2020

Katarak Penyebab Kebutaan Tertinggi ?

 

Katarak adalah penyakit mata yang ditandai dengan kaburnya penglihatan karena adanya pengeruhan pada lensa mata, Kondisi ini biasa terjadi pada manula. Penderitanya akan berujung pada kebutaan. Penyakit mata ini umumnya disebabkan oleh proses penuaan yang mendorong adanya perubahan pada lensa mata yang mengeruh atau buram. Katarak sering dikaitkan dengan pertambahan usia karena biasanya terjadi pada lansia atau orang yang berusia diatas 40 tahun, tetapi katarak mungkin saja menyerang orang yang masih berusia muda. Katarak dapat menyebabkan kebutaan. Namun pada dasarnya katarak bukanlah penyakit menular dan dapat disembuhkan dengan cara operasi.

 

Pemicu Terjadinya Katarak

Jika didefenisikan, katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang dapat berpotensi terjadi sejak lahir, namun umumnya katarak terjadi pada usia di atas 40 tahun. Penyebab katarak selain karena faktor usia, juga karena seringnya terpapar sinar ultraviolet, menderita diabetes mellitus, penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti anti alergi golongan steroid, dan anti radang. Katarak juga bisa dipicu oleh aktivitas merokok, minuman beralkohol,  malnutrisi berat, trauma (benturan pada mata), peradangan mata, infeksi janin pada saat kehamilan dan kelainan bawaan.

 

Apa Gejala Katarak ?

 

Meskipun rata-rata penderita katarak berusia lanjut, tidak menutup kemungkinan usia muda bisa menderita katarak, jika memiliki potensi bakat atau faktor keturunan. Karena itu seseorang perlu memeriksakan kondisi mata secara rutin.

Gejala-gejala katarak yaitu penglihatan buram,  seperti berkabut atau berasap dan mengganggu aktivitasnya. Masyarakat di perkotaan biasanya ketika buram sedikit saja sudah berobat ke dokter mata. Akan tetapi yang sering terjadi pada masyarakat di pedesaan adalah ketika mata sudah tidak bisa melihat mereka baru berkonsultasi dengan dokter mata sehingga baru menyadari bahwa penyebab penglihatan buram dikarenakan oleh katarak.



Yang juga perlu diperhatikan, bahwa terkadang sebagian orang justru merasa penglihatannya bertambah baik saat terkena katarak. Yang tadinya jika membaca harus pakai kaca mata, tetapi saat terkena katarak malah tidak memakai kaca mata. Akan tetapi saat dilakukan pemeriksaan baca jauh akan terbukti bahwa penglihatannya buram. Hal ini bisa terjadi karena pada penderita katarak terjadi penambahan kecembungan lensa yang membuat mata akan menjadi lebih ‘minus’. Sehingga mengkonpensasikan kacamata ‘plus’ yang dibutuhkan oleh penderita katarak saat membaca.

Gejala lain penderita katarak adalah silau, terutama saat melihat cahaya atau lampu.  Hal ini karena cahaya yang biasanya dapat difokuskan dengan baik oleh lensa yang jernih menjadi menyebar karena melewati lensa yang keruh.

 

Faktor Resiko Katarak

 

  • ·     Penuaan. Penuaan adalah penyebab tersering dari kekeruhan lensa atau katarak.
  • ·     Riwayat trauma. Lensa mata yang pernah mengalami trauma, seperti masuknya serpihan material tajam ke mata, terbentur bola, kembang api, dapat membuat katarak timbul lebih cepat.
  • ·     Infeksi saat kehamilan. Jika ibu saat hamil mengidap infeksi, khususnya rubella, dapat menjadi penyebab utama terjadinya katarak kongenital pada anak yang dilahirkan. Katarak kongenital dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata anak.
  • ·     Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, seperti obat kortikosteroid dan amiodaron, dapat memicu katarak.
  • ·    Pengidap penyakit tertentu. Pengidap diabetes melitus, hipertensi, hipokalemia, dan dermatitis atopik, dapat berkaitan dengan timbulnya katarak di kemudian hari.
  • ·        Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • ·        Paparan sinar matahari yang lama pada mata.
  • ·        Paparan toksin atau racun.
  • ·        Riwayat keluarga yang mengidap katarak.
  • ·        Riwayat operasi pada mata.

 

Cara Mengobati Katarak

Satu-satunya cara untuk mengobati katarak secara efektif adalah dengan operasi. Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan jika tidak mau menjalani operasi, di antaranya yaitu mengganti ukuran kacamata atau menggunakan lampu yang lebih terang saat membaca. Tetapi, jika masalah penglihatan semakin mengganggu kehidupan sehari-hari, seperti membaca atau saat menyetir mobil, penderita disarankan melakukan operasi. Jika katarak semakin memburuk dan tidak diobati, akan dapat menyebabkan kebutaan pada penderitanya.

 


Cara mencegah katarak

Belum ada metode pencegahan yang pasti untuk katarak. Namun ada beberapa cara yang mungkin dapat menurunkan risiko penyakit katarak:

  • ·         Mengonsumsi makanan yang memiliki antioksidan tinggi seperti vitamin C dan E
  • ·         Berhenti merokok
  • ·         Menggunakan kacamata hitam
  • ·         Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • ·         Rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah
  • ·         Rutin memeriksa mata 


No comments:

Post a Comment